Jumat, 04 Januari 2013

Memaafkan

Hal yang paling jitu untuk menangis adalah memikirkan orangtua dan semua orang yang kita sayangi. Pikirkan apa yang sudah diberikan oleh mereka. Terkadang kita marah, kesal, bahkan pernah berkata “aku benci sama …..” . Tapi bagi orang yang berakal sehat, dia akan memikirkan itu kembali. Apakah pantas dia seperti itu kepada mereka? Apakah mereka terlalu jahat/buruk dari pada kita sehingga harus kita benci? Seperti yang dikatakan didalam Alkitab (bagi orang Kristen) bahwa janganlah kita marah kepada seseorang sampai matahari terbenam. 

Saya sangat benci pada permasalahan yang menurut saya sepele tapi begitu sulit untuk dimaafkan. Nah kembali lagi kepada Pencipta. Tuhan saja bisa memaafkan kita setiap saat kita meminta ampun kepadaNya, mengapa kita tidak bisa? Bukankah kita harus serupa dengan Allah? Mungkin anda saat membaca blog saya ini, anda akan berpikir bahwa saya ini Munafik atau sok Suci. Tapi saya hanya menyampaikan sesuatu yang nyata. Memang sangatlah susah memaafkan orang yang sudah menyakiti kita, tapi pikirkanlah kembali. Apakah dengan begitu itu bisa membuat hati kita tenang, lega, bahkan gembira? Apakah itu menguntungkan bagi kita secara pribadi? Hanya pikirkan itu kembali dan mulailah bersikap lebih baik secara perlahan dan penuh dengan kepercayaan diri :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar