Senin, 19 Januari 2015

:)

There's so much pain in the last year.

Banyak yang terjadi
Banyak yang berubah
Banyak yang pergi
Banyak juga yang datang
Banyak hal yang baru terjadi
Banyak yang mengejutkan, menyedihkan dan menggembirakan.

Apapun yang terjadi, saya bersyukur sekali karna saya memiliki Tuhan dan keluarga yang begitu mencintai saya seburuk apapun saya, sejahat apapun saya, sependosa apapun saya.

Ya, saya memang sudah sangat bersalah. Tapi, ya, saya mau dan akan berubah. Karna saya sadar saya sudah bersalah dan benar-benar sudah kapok.
Saya sudah lelah menabur dan menuai yang buruk. Dan saya rasa, saya sudah cukup mendapatkan imbasnya.

Untuk kalian yang sampai sekarang masih merasa have fun dengan kesalahan yang kalian buat, mungkin suatu hari kalian akan mengerti dan menyadari bahwa kalian salah dan HARUS STOP saat kalian sudah mendapatkan imbasnya. Apapun yang terjadi, jika suatu saat kalian disakiti, jangan menyalahkan orang lain. Cobalah untuk berpikir dan sadar diri bahwa mungkin itu semua adalah tuaian kalian dahulu dan mau tidak mau, kalian HARUS merasakannya.

Karma
Hukum Tabur Tuai
Itu semua nyata. Bukan mitos.

Hati-hati saat mengambil keputusan, pikirkan dulu baik-baik.
Jangan hanya memikirkan kesenangannya, tapi juga dampak negatifnya bagaimana.

Minggu, 10 Februari 2013

Perasaanku yang terlalu besar


Aku tidak akan pernah melupakan saat itu. Malam minggu yang selalu aku lewati dengan berkomunikasi denganmu, telah kau buat menjadi “malam tersuram” untuk yang kesekian kalinya.

                Setiap bel istirahat berbunyi, aku selalu ingin langsung menemuimu. Setiap pulang sekolah, aku selalu setia menunggumu pulang dan bertemu denganku. Setiap pertemuan, tidak ingin ku sia-siakan. Karna aku takut. Aku takut aku akan menyesal karna tidak bisa memanfaatkan waktu saat bersamamu dengan baik.

                Hingga malam itu tiba, kamu mengatakan bahwa kamu sudah memiliki kekasih. Betapa batin ini sangat tersiksa. Betapa  besarnya perasaan ini padamu sampai aku tidak tau harus mengatakan apa.
“Dari kapan?” kuketik sms dengan cepat dan langsung mengirimnya. “tanggal 21, bulan lalu” balasnya singkat tapi penuh siksaan batin saat kubaca. “lalu, kau anggap apa aku selama ini? Tempatmu untuk bermain-main, pelarianmu, ato pelampiasan nafsumu?” “tidak, buka begitu Shinta. Aku tidak tahu bahwa kamu ingin hubungan yang serius. Dulu, saat aku sedang serius, kau malah bercanda” “oh begitu? Balas dendam? J” “bukan begitu” “baiklah. Aku minta maaf. Aku sayang kamu,Rehan”

               Perdebatan kecil yang singkat tapi mampu membuatku begitu merasa kecewa. Bahkan kau sama sekali tidak meminta maaf padaku. Apakah itu dirimu yang sebenarnya? Aku tidak bisa menutup mataku untuk beristirahat malam itu. Yang aku lakukan hanya memikirkanmu. Bagaimana kamu bisa setega ini padaku, setelah apa yang sudah kita lalui? Teman-teman kita mengira, kita adalah sepasang kekasih baru disekolah yang sedang menjalin cinta dan akan berhubungan harmonis. Aku sangat bahagia saat teman-temanku menyebut namamu didepanku. Begitu juga sebaliknya. Tapi malam itu, aku tidak habis pikir. Pada sore hari, kita masih bisa bercanda dan bermesraan di dunia sms. Tapi mengapa? Mengapa kau harus berpaling padanya dan membuang aku begitu saja?

                Saat ini, hanya doa dan perhatian dari kejauhan yang bisa kulakukan untukmu. Aku tidak tahu apakah disekolah nanti, saat mataku menemukanmu sedang berjalan semakin dekat denganku, aku masih bisa menyapamu dan menahanmu sebentar untuk melepas rindu sejenak? Aku takut kamu akan menganggapku adalah pemeran utama untuk merusak hubunganmu. Tapi, aku juga takut untuk menahan rindu yang kurasakan untukmu. Rindu ini seakan-akan tidak akan pernah terlampiaskan. Aku menginginkanmu. Khususnya, cintamu. Iya, aku menginginkan itu. Sangat menginginkan itu. Ntah siapa yang bersalah dalam kasus percintaan ini, tapi aku tidak peduli. Siapapun yang salah, aku tetap akan menjaga perasaan ini untukmu sampai kamu sadar bahwa sebenarnya kamulah pemilik hati ini. Inilah keinginan dari keegoisanku.

               Aku berharap besar bahwa kelak, Tuhan akan menjodohkanmu denganku. Tapi mungkin Tuhan punya rencana lain untuk aku dan kamu. Aku sudah memutuskan untuk tidak membencimu dan berpaling darimu, untuk tidak menyesal atas apa yang sudah kuputuskan. Mengapa? Karna perasaanku sudah terlalu besar padamu, bahkan sampai detik ini aku masih sangat menyayangimu, mencintaimu. Meskipun kamu sedang menjalin hubungan dengan dia yang mungkin terlihat lebih sempurna dimatamu dibandingkan aku. Aku juga sudah memutuskan untuk tetap membiarkan perasaan ini tumbuh seiring dengan berjalannya waktu dan menunggumu berpaling padaku, dan tidak akan pernah berpaling kepada yang lain lagi. Aku berharap Tuhan mengkhendaki niat tulusku ini dan akan menyatukan kita, suatu hari nanti.

Jumat, 04 Januari 2013

Memaafkan

Hal yang paling jitu untuk menangis adalah memikirkan orangtua dan semua orang yang kita sayangi. Pikirkan apa yang sudah diberikan oleh mereka. Terkadang kita marah, kesal, bahkan pernah berkata “aku benci sama …..” . Tapi bagi orang yang berakal sehat, dia akan memikirkan itu kembali. Apakah pantas dia seperti itu kepada mereka? Apakah mereka terlalu jahat/buruk dari pada kita sehingga harus kita benci? Seperti yang dikatakan didalam Alkitab (bagi orang Kristen) bahwa janganlah kita marah kepada seseorang sampai matahari terbenam. 

Saya sangat benci pada permasalahan yang menurut saya sepele tapi begitu sulit untuk dimaafkan. Nah kembali lagi kepada Pencipta. Tuhan saja bisa memaafkan kita setiap saat kita meminta ampun kepadaNya, mengapa kita tidak bisa? Bukankah kita harus serupa dengan Allah? Mungkin anda saat membaca blog saya ini, anda akan berpikir bahwa saya ini Munafik atau sok Suci. Tapi saya hanya menyampaikan sesuatu yang nyata. Memang sangatlah susah memaafkan orang yang sudah menyakiti kita, tapi pikirkanlah kembali. Apakah dengan begitu itu bisa membuat hati kita tenang, lega, bahkan gembira? Apakah itu menguntungkan bagi kita secara pribadi? Hanya pikirkan itu kembali dan mulailah bersikap lebih baik secara perlahan dan penuh dengan kepercayaan diri :)

Kamis, 15 November 2012

Perasaan atau Nafsu


Banyak banget yang pengen cindy share disni. Tapi kita bicara tentang perasaan dulu aja wahahah.. Perasaan cindy untuk sekarang ini, masih labil banget. Kadang iya kadang ga. Dan banyak yang dirugikan dari perasaan yang masih labil ini (sapurane yo). Cindy itu orangnya, bakal nyukain sesuatu kalo itu buat cindy bahagia. Sama halnya dengan cowok hehe kalo cindy ngerasa cocok sama tuh orang, yaudah gas aja. Ga peduli orang lain suka ato ga, yang penting selama cindy suka dan orang itu juga suka, jalanin aja. Yakan? Buat apa kita rela-relain nih perasaan buat orang lain yang ga disukain sama tuh cowok? Cuma buang-buang waktu, tenaga, dan perasaan. Udahh, pokoknya kalo udah ada lampu hijau yang ga akan berubah jadi kuning ato merah, langsung tancap ga. Dan ga usah takut-takut. Tapi, saat kita bakal tancap gas, kita harus mikir dulu. Selama itu berdampak positif terhadapa masing-masing, lanjutkan! Kalo itu berdampak negative, puter balik ajadeh! Cari jalan yang lain.

Sekarang bicara tentang kenyataan. Ga bisa dipungkiri, pertama kali kita liat orang cakep, pasti langsung demen kan? Nah sama lah kita. Namanya juga manusia. Jadi wajar lah kalo liat cassingnya dulu. Paling lucu tuh kalo liat orang pake baju tapi bajunya kayak kekecilan ato kurang kain haha padahal kebanyakan orang berduit yang make begituan. Banyak orang yang abis liat orang yang pake baju kekurangan kain lewat, langsung bilang “cakep ya”. Dari mananya yang cakep? Auratnya ato bajunya? Banyak juga yang bilang kalo baju yang kekurangan kain itu, fashion dan lebih modern. Modern sih, tapi rela bagi-bagi pemandangan buat yang ngeliat? Itu tergantung dari masing-masing kita. Cindy pernah sekali make baju yang kurang kain ke mall. Hasilnya, kebanyakan mata tertuju pada bagian yang ga tertutup. Dari situ, jadi ngerasa geli sendiri pake pakaian yang kurang kain. Sampe sekarang, baju-baju bermerk yang dikasi sama orang, ga pernah cindy pake. Kenapa? Kurang kain. Bagus sih modelnya. Tapi ngerasa kayak orang berkekurangan kalo pake begituan. Menurut seminar yang pernah cindy denger, (kebanyakan) cewek kalo pake pakaian begituan, itu pengen dapet perhatian dari lawan jenis. Jangan pernah ngerasa gengsi ataupun malu saat orang bilang kalo kamu ga fashionable ato ga modis saat pake pakaian yang kelebihan kain. Itu semua urusanmu sama Tuhan. bener ga? Jangan salah loh! Apa yang kita pilih dan kita lakukan sekarang, itu yang akan menunjukkan bagaimana kita kedepannya. Dari memakai pakain yang kurang kain, bisa aja kedepannya kita udah ga pake pakaian yang ga ada kainnya -_-

Oke, balik ke topic utama. Perasaan. Perasaan yang tulus itu ga bisa hanya memandang fisik. Paling yang nafsuan aja yang menomorsatukan fisik yang T-O-P B-G-T. Kita ga bisa hanya mengandalkan keindahan fisik untuk dapetin perhatian dari lawan jenis. Yang rugi juga kita nantinya. Percaya ga percaya, bakal nyesel banget nantinya. Bener-bener ajasih kalo kita pengen dapetin seseorang yang fisik oke + tampilannya oke. Tapi gimana tuh pas kita udah dapet, eh ternyata dia belum ngerasa cukup sama perhatian dan kasih sayang yang kita kasih? Bener ga? Udah connect belum? Kalo belum connect, berdoa dulu terus dibaca lagi nih dari awal sampe akhir. Pokoknya intinya, jangan mau deh dapetin lawan jenis dengan menomor satukan fisik atau lawan jenis yang mementingkan nafsu birahi. Yang bener, cari lawan jenis yang menomor satukan Tuhan dan iman dalam hidupnya. Yakin banget kalo dapet lawan jenis yang menomor satukan Tuhan dan iman, kebahagiaan dimasa depan bakal terjamin!